Komitmen dalam memperkuat edukasi pertanian berbasis inovasi kembali diwujudkan prodi PKP melalui kegiatan studi lapang dan berbagi pengetahuan bersama Big Bee Farm Bangkok, Thailand. Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 ini menjadi sarana pertukaran pengalaman mengenai budidaya lebah, produksi madu berkualitas, serta strategi edukasi kepada masyarakat dalam memilih produk madu yang aman dan bernilai tinggi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dua dosen Program Studi PKP, yakni Dr. Ir. Emi Widiyanti, S.P., M.Si. dan Eksa Rusdiyana, M.Sc., bersama tim dosen serta Dharma Wanita Persatuan Fakultas Pertanian UNS. Bertempat di peternakan lebah Big Bee Farm Bangkok, rombongan memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung proses budidaya lebah modern, pengelolaan koloni, teknik panen madu, hingga pengolahan berbagai produk turunan lebah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain madu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai proses produksi royal jelly, bee pollen, propolis, beeswax, serta berbagai produk olahan berbasis lebah yang telah dikembangkan secara profesional oleh Big Bee Farm. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, demonstrasi lapangan, dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha perlebahan yang berorientasi pada kualitas produk sekaligus edukasi konsumen.
Perwakilan Big Bee Farm, Phi Meri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Fakultas Pertanian UNS. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengembangan industri perlebahan sekaligus meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih berkembang di masyarakat mengenai madu.

“Kami sangat senang dapat menerima kunjungan dari tim dosen Universitas Sebelas Maret. Melalui kegiatan ini kami dapat saling berbagi pengalaman, khususnya mengenai bagaimana mengidentifikasi madu berkualitas dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami karakteristik madu asli serta berbagai produk lebah lainnya,” ungkap Phi Meri.
Ketua Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Dr. Ir. Emi Widiyanti, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa madu merupakan salah satu komoditas pertanian bernilai tinggi yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Namun tingginya permintaan pasar juga mendorong munculnya berbagai praktik pemalsuan atau pencampuran bahan lain yang dapat menurunkan kualitas maupun manfaat produk tersebut.
“Di lapangan masih banyak konsumen yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai ciri-ciri madu berkualitas. Bahkan tidak sedikit produk yang beredar telah dicampur dengan bahan tambahan tertentu sehingga nilai gizi dan manfaat kesehatannya berkurang. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting agar konsumen semakin cerdas dalam memilih produk madu,” jelas Dr. Emi Widiyanti.

Senada dengan hal tersebut, Eksa Rusdiyana, M.Sc. menekankan bahwa kolaborasi internasional seperti ini tidak hanya memberikan manfaat dalam pengembangan pengetahuan akademik, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang penyuluhan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kemitraan dengan Big Bee Farm dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk pertukaran pengetahuan mengenai budidaya lebah dan produksi madu berkualitas, tetapi juga melalui kegiatan edukasi masyarakat, pengembangan kapasitas peternak lebah, serta kolaborasi riset yang dapat mendukung peningkatan kualitas produk perlebahan di Indonesia,” ujar Eksa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian UNS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada praktik terbaik di tingkat internasional. Pengalaman yang diperoleh dari Big Bee Farm diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan penyuluhan pertanian, peningkatan literasi konsumen, serta penguatan kapasitas peternak lebah di Indonesia agar mampu menghasilkan produk madu yang berkualitas, aman, dan berdaya saing.
