Karanganyar, 2 Juli 2026. Tim Riset Group (RG) Sosiologi Pedesaan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan Workshop Green School Initiative pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini bertempat di Rumah Tani, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat RG SOSPED yang ditujukan kepada siswa-siswi SMP Pendidikan Daerah (Penda) Mojogedang sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

        Workshop ini mengangkat tema “Green School” dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai konsep sekolah ramah lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini. Desa Gentungan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki berbagai praktik pengelolaan lingkungan yang dapat dijadikan contoh nyata dalam penerapan konsep lingkungan yang berkelanjutan.

        Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi melalui sesi workshop, tetapi juga mengikuti kunjungan lapang ke berbagai lokasi edukatif di Desa Gentungan. Desa Gentungan sendiri sudah sekitar 5 tahun menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa program studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, baik melalui kegiatan PPK Ormawa, MBKM riset, maupun PKM dosen. Sekitar 30 siswa-siswi diajak melihat secara langsung proses pengolahan limbah ternak menjadi biogas, pengelolaan bank sampah, serta pembuatan pupuk organik. Pengalaman belajar secara langsung ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta mendorong mereka untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

  Melalui kegiatan ini, Tim Riset Group Sosiologi Pedesaan UNS berharap para siswa tidak hanya memahami konsep  Green School secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata RG Sosiologi Pedesaan UNS dalam mendukung pendidikan berkualitas (SDGs 4), mengenalkan sejak dini produksi pangan dari sekitar (SDGs 2), energi alternatif dari limbah kotoran ternak (SDGs 7), mengenalkan sekolah sebagai bagian edukasi perubahan iklim (SDGs 13), sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs 17).