Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kunjungan ke petani cabai lahan pesisir pantai di Kulonprogo. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk dari rangkaian penutupan kegiatan Praktikum Penyuluhan Pertanian yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo. Sebanyak 547 mahasiswa berasal dari berbagai program studi antara lain Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Agribisnis, Agroteknologi, dan Ilmu Tanah melakukan kunjungan lapang untuk melihat cara budidaya dan proses pelelangan cabai. Kegiatan diawali dengan pelepasan praktikan oleh Dr. Ir. Emi Widiyanti, S.P., M.Si. selaku Kepala Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan proses wawancara kelompok tani yang dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kondisi lahan, proses budidaya, kondisi petani, hingga proses pemasaran. Mahasiswa juga diajak petani untuk melihat lahan cabai dan diceritakan mengenai proses budidaya serta teknologi yang digunakan.

“Dulu lahan di sini isinya pasir semua, banyak yang mengira tidak bisa ditanami. Setelah petani membuat sumber pengairan dan terus belajar mengelola lahan, sekarang cabai bisa tumbuh dengan baik dan menjadi sumber penghasilan masyarakat,” ujar Khoirul anggota Kelompok Tani Gisik Pranaji.

Kegiatan selanjutnya yaitu melakukan kunjungan pada proses pelelangan cabai oleh Kelompok Tani Maju Manunggal di Pedukuhan Gupit, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Petani menjelaskan terkait proses pelelangan cabai dilakukan mulai dari penawaran, harga yang terbentuk, hingga cabai tersebut sampai ke pembeli.

“Pelelangan ini membantu petani karena hasil panen bisa langsung ditawarkan ke beberapa pembeli. Jadi harga yang didapat lebih terbuka dan petani tidak bergantung pada satu tengkulak saja.” ujar Pak Sukarman Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji.

Kunjungan ini diharapkan memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa terkait kondisi pertanian pada komoditas cabai khususnya di lahan pesisir pantai, mulai dari budidaya hingga proses pemasaran melalui pelelangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi terhadap petani melalui wawancara. Selain itu, mahasiwa diharapkan menambah wawasan mengenai kondisi lahan maupun kondisi petani yang dihadapi oleh petani cabai, terutama dalam budidaya hingga pasca panen.