Surakarta, 9 April 2026 — Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan kuliah umum pada hari Kamis, 9 April 2026 pukul 13.00–15.00 WIB secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik dalam memperkaya wawasan mahasiswa terkait isu-isu strategis di bidang penyuluhan, pertanian, dan kehutanan berkelanjutan.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Bapak Pujo Karyadi, S.Pt., M.Si., yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang penyuluhan serta pengelolaan sumber daya alam. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan materi bertajuk “Peran Penyuluh dalam Perhutanan Sosial”, yang menyoroti pentingnya posisi penyuluh sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat di tingkat lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi PKP semester 6 sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan praktis. Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep perhutanan sosial, termasuk tujuan, skema pelaksanaan, serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Selain itu, dijelaskan juga mengenai peran strategis penyuluh dalam mendampingi masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program perhutanan sosial.
Narasumber juga menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, konflik kepentingan dalam pemanfaatan lahan, serta kendala dalam akses pasar dan permodalan. Dalam konteks tersebut, penyuluh dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi, fasilitasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan kuliah umum ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung aktif dan dinamis. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pandangan, serta mendalami berbagai studi kasus yang terjadi di lapangan. Diskusi ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami realitas praktik penyuluhan dan memperluas perspektif mereka terhadap implementasi perhutanan sosial di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran penyuluh dalam mendukung keberhasilan program perhutanan sosial, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kompetensi dan kesiapan mahasiswa sebagai calon penyuluh yang profesional, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian dan kehutanan berkelanjutan di masa mendatang.


