SOLO –Sebanyak 27 mahasiswa Semester 6 Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret melakukan kunjungan edukatif ke kantor Solopos pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Jurnalistik Pertanian yang bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai proses produksi berita di industri media. Melalui kegiatan ini mahasiswa memperoleh wawasan mengenai bagaimana informasi dihimpun, diolah, hingga dipublikasikan kepada masyarakat.
Materi kunjungan disampaikan oleh narasumber dari Solopos Media Group, yaitu Ivan Indrakesuma sebagai Division Head of News Platform. Dalam pemaparannya, Ivan menjelaskan mengenai konsep dapur redaksi sebagai ruang utama tempat proses produksi berita berlangsung. Dapur redaksi menjadi tempat diskusi dan pengambilan keputusan terkait informasi apa yang layak diangkat menjadi berita. Proses tersebut bertujuan menghasilkan berita yang akurat, cepat, menarik, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Di dapur redaksi, setiap informasi akan melalui proses diskusi dan verifikasi sebelum diputuskan layak menjadi berita. Tujuannya agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ivan dalam sesi pemaparan materi.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada tahapan perjalanan sebuah berita yang dimulai dari proses perencanaan, peliputan di lapangan, penulisan naskah, proses editing oleh redaktur, hingga tahap layout dan publikasi. Pada tahap perencanaan, redaksi menentukan isu yang akan diberitakan melalui rapat redaksi serta mempertimbangkan nilai kelayakan berita seperti unsur 5W+1H. Setelah itu reporter ditugaskan untuk melakukan peliputan melalui observasi langsung, wawancara narasumber, pengumpulan data, serta dokumentasi berupa foto dan video.
Hasil peliputan kemudian diolah menjadi naskah berita dengan struktur baku yang terdiri dari judul, lead, isi berita, dan penutup. Naskah tersebut selanjutnya diperiksa oleh redaktur untuk memastikan akurasi fakta, keseimbangan narasumber, penggunaan bahasa yang tepat, serta potensi permasalahan hukum yang mungkin muncul. Setelah proses editing selesai, berita akan melalui tahap layout dan desain sebelum dipublikasikan melalui media cetak maupun media online.
Selain memahami proses produksi berita, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan karakteristik media cetak dan media online. Media cetak memiliki siklus produksi harian serta distribusi fisik melalui agen dan loper koran. Media online memiliki keunggulan pada kecepatan publikasi serta jangkauan pembaca yang lebih luas melalui internet dan media sosial.

Setelah sesi penyampaian materi selesai, mahasiswa diajak berkeliling untuk melihat secara langsung berbagai ruang kerja di lingkungan Solopos Media Group. Pada kegiatan tour tersebut mahasiswa diperkenalkan dengan beberapa bagian penting seperti ruang redaksi, area produksi, serta bagian lain yang mendukung proses penerbitan media. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana proses kerja di industri media berlangsung secara kolaboratif.
Melalui kunjungan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa proses jurnalistik merupakan kerja tim yang melibatkan berbagai peran mulai dari pemimpin redaksi, redaktur, reporter, hingga fotografer. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam menyampaikan informasi pertanian secara akurat, menarik, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
