Surakarta, April 2026 — Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan global mahasiswa melalui penyelenggaraan ASEAN Youth Community Engagement Forum (AYCEF) – First Edition. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebagai forum berbagi pengalaman lintas budaya antara peserta dari Indonesia dan Thailand, dengan tujuan memperkuat pemahaman, toleransi, dan kerja sama di tengah keberagaman budaya masyarakat ASEAN. Kegiatan AYCEF First Edition mengangkat tema “Muslim Culture in Indonesia and Thailand: Community Values and Youth Perspectives”, membahas kehidupan masyarakat Muslim di dua negara dengan latar sosial yang berbeda. Forum ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk saling mengenal nilai-nilai budaya, tradisi, serta praktik kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim dan di Thailand yang memiliki komunitas Muslim sebagai kelompok minoritas.

Dalam sambutan pembuka yang mewakili Kepala Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Dr. Bekti Wahyu Utami, S.P., M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya yang berbeda baik di dalam negeri maupun di negara lain agar tercipta sikap saling memahami dan toleransi di dunia global. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti AYCEF dapat menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mempererat hubungan antargenerasi muda lintas negara serta membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber mahasiswa, yaitu Alya Griya Cahyani, Anawat Bunkaew, dan Nusnee Mai-ekhian, yang berbagi pengalaman langsung mengenai kehidupan dan identitas Muslim di lingkungan mereka masing-masing. Paparan yang disampaikan menampilkan bagaimana nilai-nilai keagamaan, budaya, dan solidaritas komunitas menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia maupun di Thailand. Narasumber dari Thailand juga menampilkan dokumentasi kegiatan komunitas Muslim, seperti aktivitas keagamaan dan kegiatan sosial yang memperkuat identitas serta kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Diskusi yang berlangsung dalam forum ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait interaksi lintas budaya. Meskipun interaksi dalam sesi tanya jawab masih terbatas, kegiatan ini tetap mampu membuka wawasan baru dan meningkatkan keberanian peserta untuk berinteraksi dalam forum internasional. Pada sesi akhir, refleksi akademik disampaikan oleh Eksa Rusdiyana, M.Sc, yang mengulas serta mengaitkan paparan ketiga narasumber dengan teori-teori sosiologi, khususnya terkait konsep identitas sosial, interaksi budaya, dan solidaritas komunitas dalam masyarakat multikultural.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta aktif, yang mayoritas berasal dari Indonesia serta 14 mahasiswa dari Thailand yang berasal dari Kasetsart University, Kamphaeng Saen Campus dan Thammasat University. Keberagaman latar belakang peserta memberikan kontribusi positif dalam memperkaya perspektif diskusi serta memperluas pemahaman lintas budaya di antara peserta. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, forum ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai budaya Muslim di Indonesia dan Thailand. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan ini mendorong mereka untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, serta membantu mengurangi rasa takut dalam berinteraksi dengan individu dari negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan AYCEF tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri peserta dalam menghadapi lingkungan global. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui penguatan pembelajaran lintas budaya dan kolaborasi internasional di kalangan generasi muda.

Sebagai kegiatan edisi pertama, AYCEF menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan ASEAN. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan topik-topik yang relevan dengan isu sosial, budaya, dan pembangunan masyarakat. Selain itu, forum ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi akademik antaruniversitas serta memperkuat jaringan internasional di kalangan mahasiswa dan dosen. Melalui penyelenggaraan AYCEF First Edition, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang memiliki wawasan global, sikap toleran, serta kemampuan untuk bekerja sama dalam lingkungan multikultural. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun pemahaman lintas budaya dan mempererat hubungan antar masyarakat di kawasan ASEAN menuju masa depan yang lebih inklusif dan harmonis.