Selamat Datang di website resmi Program Studi Penyuluhan Dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta .

PKP adalah singkatan dari nama sebuah program studi yaitu Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Prodi PKPUNS memiliki sejarah yang berliku. Prodi ini mulai dikembangkan sejak Tahun 1996 (SK Dirjen Dikti No.222/Dikti/Kep/1996) dengan nama semula Program Studi Sosiologi Pedesaan. Berdasarkan Surat keputusan Rektor UNS Nomor : 123/J27.23/KP/2004, Prodi PKP berubah menjadi Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Selanjutnya mulai Tahun 2007 ada perubahan dengan dikeluarkannya SK Dirjen Dikti No 163 Tahun 2007 Tentang Penataan dan kodifikasi Program Studi, dimana Jurusan PKP bergabung dengan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian menjadi Program Studi Agribisnis. Oleh sebab itu, sejak Tahun Ajaran 2008/2009 Prodi/juruan PKP tidak menerima mahasiswa baru. Tetapi hingga awal Tahun 2013 belum pernah diterbitkan SK Rektor UNS tentang Penutupan/Penon-aktifan Jurusan/Prodi  PKP di lingkungan FP UNS. Akhirnya, di Bulan April 2013 Jurusan/Prodi PKP (bersama dengan Prodi Ilmu Tanah) diiberikan Izin Penyelenggaraan Program Studi dengan nama Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (Prodi PKP) sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 115/E/O/2013 tentang penetapan Kembali Izin Penyelenggaraan Program Studi-Program Studi pada Universitas Sebelas Maret.

Mengikuti perjalanannya, Prodi PKP mengalami perkembangan yang membanggakan. Sejak Tahun Ajaran 2001/2002 dikembangkan menjadi Program Magister (S2) Penyuluhan Pembangunan (SK Dirjen Dikti No 2591/D/T/2001), kemudian sejak Tahun Ajaran 2008/2009 dikembangkan juga Program Doktor (S3) penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat (SK Dirjen Dikti No 06/D/T/2008).

Prodi PKP memiliki peluang serapan lulusan yang besar. Meninjau hal itu, Kementrian Pertanian, Perikanan, dan kelautan sedang menghadapi krisis tenaga penyuluh karena penyuluh PNS yang diangkat selama periode 1970-1980-an akan habis pada Tahun 2014 (memasuki usia pensiun). Untuk itu Kementrian Pertanian RI telah merencanakan untuk memenuhi kebutuhan Penyuluh PNS seorang penyuluh/desa atau sebanyak 60.000 orang. Kementrian Kelautan dan Perikanan memerlukan 20.000 orang, dan Kementrian Kehutanan memerlukan 20.000 orang.

Selain itu, sejak Tahun 2009 Himpunan Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat UNS, telah mengembangkan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah yang kemudian sejak Tahun 2012 diadop oleh Proyek FEATI (Farmers Empowerment Through Agricultural Technology and Information) Kementrian Pertanian RI untuk dikembangkan ke seluruh Indonesia yang dimulai dari Propinsi Jawa Tengah (Kabupaten Temanggung, Magelang, Tegal, Brebes dan segera menyusul Karanganyar dan Sragen). Keberadaan BUMP ini akan memerlukan tenaga Penyuluh Swasta berkualifikasi Sarjana Pertanian sebanyak 5 orang untuk setiapluasan 500 – 1.000 hektar, sehingga untuk seluruh Indonesia dengan luas lahan padi sekitar 4 juta hektar akan memerlukan tenaga Penyuluh Swasta sebanyak 2 juta orang.


Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
Terakreditasi A
SK BAN PT Nomor : 118/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2015