RG Sosped Edukasi Masalah Sampah

Tim dosen dari riset grup Sosiologi Pedesaan, program studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai Dr. Ir. Sugihardjo, MS dan beranggotakan Dr. Ir. Eny Lestari, M.Si, Dr. Retno Setyowati, M.Si, Widiyanto, S.P., M.Si Ph.D dan Eksa Rusdiyana,S.P., M.Sc mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di PKK RT 5 RW 27 Guwosari, Jebres. Tim dari UNS ini menjalankan program dengan judul Pelatihan Manajemen Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Bank Sampah pada PKK RT 5 RW 27  Guwosari Jebres. Kegiatan yang telah berjalan selama Juli Agustus ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi anggota PKK untuk mengolah sampah rumah tangga baik organik maupun anorganik. Rumah tangga di Guwosari hampir setiap harinya menghasilkan sampah seperti kertas, plastik, dan limbah olahan makanan ataupun makanan sisa. Sayangnya dari semua sampah rumah tangga tersebut sangat sedikit yang sudah memanfaatkan atau mengolahnya. Nurul Ismail, ketua tim penggerak PKK RT 5 RW 27 Guwosari mengatakan bahwa selama ini sampah rumah tangga langsung dibuang ke tempat sampah dan diambil oleh tukang sampah keliling. Ibu-ibu PKK sebetulnya memahami bahwa sampah rumah tangga masih berpotensi dimanfaatkan, sayangnya kemalasan, ketiadaan sarana dan aturan membuat ibu-ibu mengambil langkah praktis langsung membuangnya. Perilaku seperti ini yang dikhawatirkan meningkatkan produksi sampah di Kota Solo.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, selain memberikan edukasi memanfaatkan sampah, tim dosen UNS juga membagikan media tanam serta benih sayuran kepada masing-masing rumah tangga. Harapannya Ibu-ibu mulai terbiasa memanfaatkan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman, memanfaatkan limbah dapur untuk membuat eco enzim/ biopestisida serta memanfaatkan plastik bekas makanan sebagai media tanam dan dikomersialkan melalui bank sampah. Keberadaan bank sampah yang belum ada di RW 27 Jebres diharapkan dapat diinisiasi melalui pelatihan ini juga.  Meskipun di perkotaan yang padat penduduk namun ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias dalam melakukan penanaman tanaman sayuran yang telah dibagikan. Ibu-ibu berharap dari kegiatan ini muncul sikap kolektif bersama untuk memanfaatkan dan mengolah sampah menjadi lebih berguna.