GIRIMULYO DI DORONG JADI DESA INTEGRATED FARMING INOVATIF

Solo, Pada Hari Sabtu, 12 Agustus 2017, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret selenggarakan serangkaian kegiatan untuk  mewujudkan Desa Girimulyo sebagai Desa Integrated Farming Inovatif di Kabupaten Karanganyar. Ketua Tim Kegiatan Dr. Eny Lestari, dalam laporannya menyampaikan kegiatan fermentasi jerami merupakan lanjutan kegiatan yang telah dirintis sejak tiga tahun yang lalu dan berharap kedepan masyarakat di Desa.  Girimulyo yang memiliki banyak potensi dengan sentuhan inovasi teknologi mampu mendongkrak perekonomian lokal. Kepala Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Agung Wibowo, MSi menandaskan bahwa Desa Girimulyo sebagai mitra Program Studi PKP diharapkan menjadi Desa Integrated Farming Inovatif. Kegiatan ini  didasarkan atas amanah UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, di dalam Undang Undang tersebut menyebutkan bahwa desa kuat, maju, mandiri, dan demokratis menjadi landasan melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, dan  sejahtera. Desa Inovatif adalah Desa mengembangkan hal-hal baru berbasis sumber daya yang dimiliki serta diwujudkan melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan. Acara yang dihadiri oleh pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar Hery Sulystio, SH., MM dalam sambutannya menekankan bahwa “peternak harus menerapkan inovasi dalam pemberian pakan ternak sehingga ternaknya bisa optimal dan waktu yang digunakan oleh peternak untuk mencari rumput  bisa digunakan untuk aktivitas produktif lainnya”.  Kegiatan yang dilakukan oleh UNS ini memiliki peran yang strategis di dalam mendorong desa Girimulyo menjadi betul-betul Desa Integrated Farming Inovatif. Kepala Desa Girimulyo Suparno berharap kegiatan ini berlanjut dan sinergis dengan rencana pengembangan BUMDes.